Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dalam kegiatan di BKKBN Sumatera Utara yang berkolaborasi dengan Program Studi Bimbingan Konseling FKIP UMSU merupakan wujud nyata dari kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi mereka melalui pembelajaran di luar program studi, khususnya dalam konteks pembangunan keluarga dan kependudukan.


Dalam pelaksanaannya, program MBKM di BKKBN SUMUT menawarkan beberapa bentuk kegiatan utama. Pertama, program magang atau praktik kerja yang berlangsung selama 1-2 semester, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam program-program BKKBN SUMUT, mengembangkan keterampilan konseling keluarga dan remaja, serta berpartisipasi dalam kampanye dan sosialisasi program KB. Kedua, mahasiswa dapat terlibat dalam proyek di desa melalui pendampingan program Kampung KB, pelaksanaan penyuluhan kesehatan reproduksi, pemberdayaan masyarakat dalam program ketahanan keluarga, dan pengembangan program Bina Keluarga Remaja (BKR). Ketiga, mahasiswa dapat melakukan penelitian atau riset yang mencakup kajian efektivitas program BKKBN, penelitian tentang permasalahan remaja dan keluarga, serta analisis kebutuhan layanan konseling keluarga.
Melalui program ini, mahasiswa dapat mengembangkan berbagai kompetensi profesional seperti teknik konseling keluarga dan remaja, manajemen program pemberdayaan masyarakat, keterampilan komunikasi publik, dan kemampuan fasilitasi kelompok. Selain itu, program ini juga membantu mengasah soft skills penting seperti kepemimpinan, pengambilan keputusan, kerja sama tim, pemecahan masalah, dan adaptabilitas dalam lingkungan kerja.

Mekanisme pelaksanaan program dimulai dengan tahap persiapan yang meliputi penandatanganan MoU antara UMSU dan BKKBN SUMUT, penyusunan kurikulum dan pedoman pelaksanaan, orientasi mahasiswa, serta penentuan dosen pembimbing dan supervisor lapangan. Selanjutnya, tahap pelaksanaan mencakup penempatan mahasiswa sesuai program, monitoring dan evaluasi berkala, pembimbingan oleh dosen dan supervisor, serta dokumentasi kegiatan dan pencapaian. Pada tahap evaluasi, dilakukan penilaian kinerja mahasiswa, evaluasi program, pelaporan hasil kegiatan, dan penyusunan rekomendasi pengembangan program.
Sistem penilaian program melibatkan evaluasi kinerja oleh supervisor BKKBN, penilaian laporan kegiatan, portfolio hasil kerja, dan presentasi akhir program. Program ini memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Bagi mahasiswa, mereka mendapatkan pengalaman praktis di lapangan, pengembangan kompetensi profesional, pemahaman konteks sosial masyarakat, dan kesempatan membangun jaringan profesional. Bagi BKKBN SUMUT, program ini memberikan dukungan SDM dalam pelaksanaan program, inovasi dari perspektif akademik, dan penguatan kerjasama dengan perguruan tinggi. Sementara bagi Program Studi, manfaat yang diperoleh meliputi pengembangan kurikulum berbasis praktik, penguatan link and match dengan dunia kerja, dan peningkatan kualitas lulusan.
Implementasi MBKM melalui kerjasama antara Prodi BK FKIP UMSU dengan BKKBN SUMUT tidak hanya memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional dalam konteks nyata, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan keluarga dan kependudukan di Sumatera Utara. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pemerintah dapat menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat.





