MEDAN – Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Workshop Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum yang berorientasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) di Era Industri 4.0 untuk mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Juni 2022 di Hotel Griya Medan ini merupakan langkah strategis dalam merespons dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di era digital.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yakni Dr. Abdul Ghofur, M.Pd dan Dr. Adi Atmoko, M.Psi yang berbagi wawasan mendalam mengenai pengembangan kurikulum yang adaptif dan inovatif.

Dr. Abdul Ghofur, M.Pd dalam paparannya menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan standar KKNI dan SN-DIKTI. “Kurikulum yang baik harus mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di era Industri 4.0 dimana teknologi digital menjadi bagian integral dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam layanan bimbingan dan konseling,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Adi Atmoko, M.Psi menyoroti aspek psikologis dalam pengembangan kurikulum bimbingan dan konseling. Menurutnya, konselor masa depan harus memiliki kompetensi yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dalam praktik konseling.
Workshop ini juga membahas secara mendalam tentang implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar program studi dan bahkan di luar kampus. Para peserta yang terdiri dari dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU antusias mengikuti diskusi mengenai bagaimana merancang kurikulum yang fleksibel namun tetap mempertahankan capaian pembelajaran yang berkualitas.
Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU dalam sambutannya menyatakan bahwa workshop ini merupakan wujud komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Kami berkomitmen untuk menghasilkan lulusan konselor yang kompeten dan siap menghadapi tantangan profesi di masa depan,” tegasnya. Workshop yang berlangsung seharian penuh ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk penyempurnaan kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
menyusun struktur kurikulum yang lebih adaptif dan inovatif. Rencana implementasi kurikulum baru diharapkan dapat direalisasikan pada tahun akademik mendatang dengan tetap mempertahankan kualitas dan relevansi program studi. Kegiatan ini menunjukkan keseriusan FKIP UMSU dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital dan komitmennya untuk menghasilkan tenaga pendidik dan konselor yang berkualitas tinggi sesuai dengan tuntutan zaman.





