Medan, 28 September 2024 – Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar pelatihan peningkatan kompetensi dosen dalam pembelajaran berbasis alur merdeka pada Sabtu (28/9/2024). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Aula FKIP Lantai 2 ini khusus diperuntukkan bagi dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi metode pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan kurikulum merdeka.”Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen BK FKIP UMSU untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi dosen-dosen BK, khususnya dalam mengimplementasikan konsep merdeka belajar yang telah digagas oleh Kementerian Pendidikan,” ujar Dekan dalam pembukaan acara.

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan Ibu Rini Ekayati, M.Hum sebagai narasumber utama. Dengan latar belakang akademis yang kuat di bidang humaniora dan pengalaman luas dalam dunia pendidikan, Ibu Rini Ekayati membawakan materi yang sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling.Dalam pemaparannya, Ibu Rini Ekayati menekankan bahwa pembelajaran berbasis alur merdeka dalam konteks Bimbingan dan Konseling memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan disiplin ilmu lainnya. “Prodi BK memiliki keunikan tersendiri karena tidak hanya berkaitan dengan transfer knowledge, tetapi juga pengembangan keterampilan konseling dan pembentukan karakter calon konselor,” jelasnya.

Pelatihan ini dirancang secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU. Materi yang disampaikan mencakup: Adaptasi Kurikulum Merdeka dalam Konteks BK Bagaimana mengintegrasikan prinsip-prinsip merdeka belajar dalam mata kuliah-mata kuliah inti Program Studi Bimbingan dan Konseling, mulai dari teori konseling hingga praktik lapangan, Metode Pembelajaran Experiential Learning Pengembangan pendekatan pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa, terutama dalam mata kuliah praktikum konseling dan magang, Teknologi dalam Pembelajaran BK Pemanfaatan platform digital dan aplikasi konseling untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan teknologi konseling modern, Assessment Authentic dalam BK Pengembangan sistem penilaian yang tidak hanya mengukur pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis konseling dan kompetensi personal mahasiswa.
Seluruh dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelatihan ini. Para peserta aktif bertanya dan berdiskusi, terutama mengenai implementasi praktis dari konsep-konsep yang disampaikan narasumber.”Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan perspektif baru tentang bagaimana kita bisa mengajar dengan lebih efektif sambil tetap mempertahankan esensi dari pendidikan Bimbingan dan Konseling,” ungkap salah seorang dosen peserta pelatihan.

Melalui pelatihan ini, FKIP UMSU menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya dalam mempersiapkan calon guru BK yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU yang telah terakreditasi dengan baik, terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya melalui peningkatan kompetensi dosen dan inovasi dalam metode pembelajaran. Dekan FKIP UMSU dalam penutupan acara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber, serta menekankan bahwa pelatihan semacam ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas pembelajaran yang optimal.Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU akan merasakan dampak positif berupa: Metode pembelajaran yang lebih variatif dan menarik, Pengalaman belajar yang lebih bermakna dan aplikatif, Persiapan yang lebih baik untuk terjun ke dunia kerja sebagai konselor profesional dan Pengembangan soft skills dan hard skills yang seimbang.




